23.6 C
Palembang
Wednesday, September 22, 2021

Tradisi Munggah, Lambang Kemewahan Pernikahan Adat Palembang

More articles

Palembang sebagai kota tertua di indonesia, memiliki banyak sekali ragam tradisi dan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya ialah tradisi didalam prosesi penikahan yang dikenal sebagai munggah, munggah juga disebut juga acara puncak didalam prosesi pernikahan adata palembang.

Tradisi munggah dilakukan setelah prosesi pra pernikahan seperti meminang, berasan dan lain sebagainya, prosesi ini diawali dengan kedatangan rombongan pengantin pria yang membawa sejumlah barang hantaran sambil diiringi dengan bunyi rebana ketempat kediaman pengantin wanita. selain didampingi oleh orang tua dari pengantin pria, di dalam rombongan tersebut juga disertakan juru bicara dari keluarga pengantin pria, pembawa hiasan dari adat palembang dan gegawan, tak lupa pengantin pria serta kedua orangtuanya dilindungi oleh payung kebesaran yang dibawa oleh pembawa payung pengantin. Untuk lebih lengkapnya, berikut rangakaian prosesi munggah yang bisa sahabat makna ketahui.

Menaburkan Beras Kunyit

Penaburan beras kunyit merupakan prosesi penyambutan oleh pihak pengantin wanita untuk kedatangan pengantin pria. Biasanya ibu dari mempelai wanita telah bersiap di depan rumah untuk menaburkan beras kunyit, setelah rombongan dari pengantin pria telah memasuki rumah dari pengantin wanita, sang ibu dari mempelai wanita menyambut dan menerima bungo langse sebagai lambang dari niat baik dan suci dari rombongan pengantin pria.

Melangkahi Pedupa

Prosesi melangkahi pedupa ini dipercayai oleh masyarakat palembang sebagai cara untuk menolak balak atau menghindar dari bencana apapun itu. Prosesi ini dilakukan oleh pengantin pria sebelum diajak masuk oleh ibu dari mempelai wanita ke dalam kamar pengantin wanita, yang sebelumnya pengantin wanita tersebut telah mempersiapkan diri untuk bertemu pengantin pria

Prosesi Mempertemukan Pengantin Pria dan Wanita

Disaat pengantin pria dan wanita telah bertemu, maka akan segera didudukkan diatas songket yang telah disiapkan sebelumnya. Posisi duduk dari kedua pengantin tersebut adalah pengantin pria duduk di belakang mempelai wanita, kedua pengantin harus duduk secara bersamaan sebab masyarakat percaya jika diantara kedua pengantin tersebut duduk terlebih dahulu maka akan menjadi target penekanan dari pihak pengantin yang lain. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan pengantin pria memberikan atau menyuapi sirih penyapo yang harus diterima dan digigit oleh pengantin wanita

Prosesi Cacap-cacapan

Prosesi selanjutnya adalah prosesi cacap-cacapan yang dilakukan oleh ayah dari kedua pihak pengantin pria dan juga wanita, prosesi ini dilakukan dengan cara mengusapkan air bunga pada dahi dan ubun-ubun dari pengantin pria dan wanita oleh ayah dari kedua pengantin tersebut.

Prosesi Suap-suapan

Sesuai adat dan tradisi palembang, prosesi suap-suapan yang diberikan untuk pengantin pria dan wanita dilakukan oleh ibu dari kedua calon pengantin tersebut, suapan pertama akan diberikan oleh ibu dari pengantin pria kepada pengantin wanita, dan akan dilanjutkan oleh ibu dari pengantin wanita yang akan menyuapi kepada pengantin pria. Dan diakhiri kedua mempelai saling menyuapi satu dengan yang lainnya. Biasanya menu makanan dari prosesi ini adalah nasi ketan kuning dan ayam panggang.

Upacara Timbang

Upacara timbang melambangkan kedua pengantin tersebut akan diperlakukan dengan rata dan adil tanpa adanya kecendrungan untuk memperlakuakan lebih atau berat sebelah. Sebelum memulai upacara ini, timbangan antik telah dipersiapkan di samping kedua pengantin yang terdiri dari daun, kemudian daun tersebut akan ditimbang dan dilihat tangan mana dari pengantin tersebut yang lebih berat.  kemudian ibu dari kedua pengantin akan menyamakan berat dari dari tangan tersebut sehingga kedua tangan pengantin akan sama-sama seimbang

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest

- Advertisement -